Aksi Demo DPRD Metro, Pendemo Dibayar Rp50.000,- dan Libatkan Pelajar.
Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro digeruduk sejumlah masa yang mengatasnamakan masyarakat peduli Metro.
Mereka menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan isu perselingkuhan salah satu anggota legislatif.
Namun, dari sejumlah massa itu terdapat beberapa yang masih berstatus pelajar. Bahkan, mereka tidak mengerti apa saja yang menjadi tuntutan dalam aksi tersebut.
Mereka mengaku ada oknum yang mengkoordinir untuk ikut aksi unjuk rasa dengan imbalan uang.
“Iya om, lagi libur sekolah, saya sekolah di SMKN 3 Metro,” kata Visent salah satu pendemo saat diwawancarai, Senin (16/6).
Selain itu, juga terdapat pedagang yang tidak mengetahui pasti aksi demo yang dilakukan.
“Saya dibayar Rp50.000,- ( Limapuluh ribu rupiah ), Deri yang ngasih,” imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator demo membantah keras tuduhan tersebut. “Saya gak ngasih uang,” Singkatnya, sembari meninggalkan lokasi demo.
Sebetulnya kasus ini sudah ditutup karena Laporannya sudah ditarik, tetapi ada segelintir orang ingin ini terus diangkat.
Aksi demo ditenggarai ditunggangi okeh Oknum tertentu untuk kepentingan Pribadinya. ( Red)